PT Bayer Indonesia's Company
PT Bayer Indonesia adalah bagian dari Bayer AG, sebuah perusahaan multinasional raksasa asal Jerman yang bergerak di bidang Life Science
Diposting 3 bulan yang lalu
Rp 7.000.000 - Rp 10.000.000/bulan
Pendidikan minimum
Sarjana (S1)
Pengalaman minimum
1-2 years
Rentang usia
22–29
Quality Control (QC) / Pengendalian Mutu, fokus pekerjaannya bergeser dari sekadar menguji sampel menjadi menjadi benteng pertahanan utama perusahaan untuk memastikan produk layak atau tidak layak dilepas ke pasar.
Analis QC bertugas mengawal mutu di sepanjang lini proses bisnis, mulai dari bahan baku yang baru datang hingga menjadi produk jadi yang siap dibeli konsumen.
1. Raw Material & Packaging Control (Bahan Baku & Kemasan):
Melakukan pemeriksaan dan pengujian sampel bahan baku (raw material) yang dikirim oleh pemasok (supplier) sebelum dimasukkan ke gudang penyimpanan.
Menguji material kemasan (botol, plastik, karton) untuk memastikan dimensinya pas, tidak bocor, dan aman digunakan.
Memberikan status "Passed" (Lolos) atau "Rejected" (Ditolak) pada bahan baku berdasarkan hasil uji laboratorium.
2. In-Process Control (IPC / Pengawasan Selama Produksi):
Mengambil sampel produk setengah jadi langsung dari mesin produksi secara berkala (misalnya setiap 2 jam sekali).
Melakukan pengujian cepat (seperti uji viskositas, kadar air, $pH$, berat, atau homogenitas warna) untuk memastikan proses produksi berjalan stabil dan tidak keluar dari jalur standar.
3. Finished Good Control (Produk Jadi):
Melakukan pengujian akhir secara menyeluruh (kimia, fisis, dan mikrobiologi) pada batch produk yang sudah selesai dikemas.
Melakukan Retained Sample Management, yaitu menyimpan sampel arsip dari setiap batch produksi dalam jangka waktu tertentu (biasanya hingga masa kedaluwarsa habis) untuk keperluan pelacakan jika ada komplain dari konsumen di kemudian hari.
4. Dokumentasi & Investigasi:
Merilis dokumen Certificate of Analysis (CoA) untuk produk yang memenuhi standar.
Melakukan investigasi bersama tim produksi jika ditemukan hasil Out of Specification (OOS) untuk mencari tahu apakah kesalahan terjadi pada mesin produksi, bahan baku, atau kesalahan metode uji di lab.
1. Pemahaman Regulasi Mutu Spesifik Industri (Sangat Penting):
Industri Farmasi/Kosmetik/Herbal: Wajib menguasai regulasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) atau CPKB (Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik) / Good Manufacturing Practices (GMP).
Industri Makanan & Minuman (FMCG): Wajib memahami sistem keamanan pangan seperti HACCP, ISO 22000, dan regulasi Jaminan Produk Halal (JPH).
2. Keterampilan Teknis & Alat (Hard Skills):
Mampu membaca dan menerjemahkan standar baku mutu, seperti Farmakope Indonesia (untuk farmasi), SNI (Standar Nasional Indonesia), atau AOAC (untuk pangan).
Mahir menggunakan alat ukur fisis dan kimia (Timbangan analitik, Refraktometer, Viskosimeter, Karl Fischer, Spektrofotometer UV-Vis, atau HPLC).
Memiliki pemahaman dasar tentang Statistical Process Control (SPC) untuk melihat tren konsistensi mutu produk.
3. Karakter Kerja (Soft Skills):
Ketegasan dan Objektivitas Tinggi: Sifat ini sangat krusial karena analis QC harus berani menolak (reject) hasil produksi atau bahan baku yang tidak sesuai standar, meskipun di bawah tekanan target kuantitas dari tim produksi.
PT Bayer Indonesia adalah bagian dari Bayer AG, sebuah perusahaan multinasional raksasa asal Jerman yang bergerak di bidang Life Science
PT Bayer Indonesia adalah bagian dari Bayer AG, sebuah perusahaan multinasional raksasa asal Jerman yang bergerak di bidang Life Science
Untuk Perusahaan
Pasang lowongan di KerjaIndo dan temukan kandidat yang tepat untuk bisnis Anda — mulai gratis.
edit_notePasang Lowongan di KerjaIndo